Pages

Wednesday, 7 December 2011

Merebut kelebihan bulan Muharram


ALLAH SWT berfirman (maksudnya), “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi ALLAH adalah 12 bulan sebagaimana ketetapan ALLAH ketika DIA menciptakan langit dan bumi. Di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (Surah at-Taubah, 9: 36)
Nabi SAW bersabda, “Waktu itu telah berputar sebagaimana biasa sejak ALLAH menciptakan langit dan bumi. Satu tahun ada 12 bulan, di antaranya empat bulan haram. tiga bulan berturut-turut, iaitu Zulkaedah, Zulhijah, Muharam, dan satu lagi ialah Rejab yang terletak di antara Jamadilakhir dan Syaaban.” (Hadis Riwayat al-Bukhari)
Muharam ialah bulan yang mulia dan ia memiliki keutamaannya tersendiri. Nabi SAW menyatakan Muharam ialah bulan ALLAH, dan puasa yang paling afdal setelah Ramadan ialah puasa dalam Muharam.
Kata Nabi SAW, “Puasa yang paling afdal setelah puasa Ramadan ialah puasa di bulan ALLAH, al-Muharam. Solat yang paling afdal setelah solat yang difardukan adalah solat pada malam hari.” (Hadis Riwayat Muslim)
Dalil-dalil ini semuanya menunjukkan kemuliaan di bulan haram, terutamanya Muharam. Selain itu, di dalamnya turut ditegaskan lagi akan larangan menganiaya diri. Ini menunjukkan perbuatan maksiat di bulan haram lebih diharamkan lagi berbanding bulan-bulan selainnya. Sebaliknya, amalan soleh pula akan diberikan ganjaran yang besar.
Hikmah bulan haram
Di antara hikmah dijadikan empat bulan haram di mana tiga bulan secara berturut-turut dan satu bulan lagi dengan menyendiri adalah bagi memberi ketenangan kepada umat Islam yang melaksanakan ibadah haji. Iaitu Zulkaedah merupakan satu bulan pertama sebelum bermulanya bulan haji. Seterusnya bulan Zulhijah di mana umat Islam disibukkan dengan ibadah haji dan melaksanakan manasiknya. Kemudian dijadikan bulan yang seterusnya juga sebagai bulan haram, iaitu Muharam supaya pada bulan tersebut mereka dapat kembali ke wilayah atau negara mereka masing-masing yang saling berjauhan secara aman.
Manakala Rejab yang berada di pertengahan tahun pula adalah supaya pada bulan tersebut umat Islam di sekitar Jazirah Arab dapat mengunjungi Kaabah dan melaksanakan umrah dengan aman. (Lihat: Tafsir Ibnu Katsir, 4/148)
Ini adalah kerana dalam bulan-bulan haram, umat Islam diharamkan untuk berperang melainkan sekiranya umat Islam lebih dahulu diserang atau diperangi. Pada ketika umat Islam lebih dahulu diserang, mereka dibolehkan untuk mempertahankan diri serta membuat serangan balas.
Amalan sunnah Muharam
Di antara amalan sunnah yang disebutkan secara khusus pada Muharam adalah berpuasa sunnah.
Sebagaimana disebutkan dalam hadis di atas, puasa yang paling afdal setelah puasa Ramadan adalah puasa Muharam. Maksud puasa dalam hadis tersebut adalah puasa sunnah secara umum. Memperbanyakkan amalan puasa sunnah dalam bulan ini (Muharam) terutamanya pada hari ke-10 Muharam adalah termasuk sunnah-sunnah yang sangat dianjurkan.
‘Abdullah B ‘Abbas r.a berkata, “Nabi tiba di Madinah dan beliau mendapati orang-orang Yahudi sedang berpuasa ‘Asyura (hari ke-10 Muharam).” Nabi bertanya, “Puasa apakah ini?”
Orang-orang menjawab, “Hari ini adalah hari yang baik, iaitu hari di mana ALLAH telah menyelamatkan bani Israel daripada kejahatan musuhnya, maka Musa pun berpuasa sebagai tanda syukur beliau kepada ALLAH dan kami pun turut serta berpuasa.
” Nabi SAW pun berkata, “Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kamu semua.” Akhirnya Nabi pun berpuasa dan memerintahkan umat Islam untuk berpuasa.” (Hadis Riwayat al-Bukhari)
Sejarah penetapan puasa ‘Asyura mengalami beberapa fasa. Pada awalnya, ketika di Makkah Nabi berpuasa ‘Asyura tanpa memerintah orang lain untuk berpuasa. Kemudian apabila sampai di Madinah, beliau tetap terus berpuasa di hari Asyura dan memerintahkan umat Islam agar turut berpuasa.
Tetapi setelah perintah kewajiban berpuasa Ramadan turun, puasa pada hari Asyura menjadi sunnah dan tidak diwajibkan. Rasulullah mengatakan, “Sesiapa yang hendak berpuasa (pada hari Asyura), silakan berpuasa, bagi yang tidak berpuasa, juga tidak mengapa.” (Hadis Riwayat al-Bukhari)
Kemudian ketika di penghujung hayatnya, Rasulullah SAW bertekad untuk tidak hanya berpuasa pada hari Asyura (hari ke-10) Muharam, tetapi juga bertekad untuk puasa pada hari yang ke-9.
Ibnu ‘Abbas r.a berkata, “Ketika Nabi sedang berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan para sahabatnya untuk turut berpuasa, para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, hari Asyura adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashara.”
Maka Rasulullah SAW berkata, “Jika begitu, tahun depan insya-ALLAH kita puasa sekali pada hari yang ke sembilannya.” Ibnu ‘Abbas berkata, “Tetapi belum sempat sampai tahun depan, beliau telah wafat terlebih dahulu.” (Hadis Riwayat Muslim)
Dari hadis ini, umat Islam tidak hanya disunnahkan agar berpuasa di hari ke-10 Muharam atau dikenali sebagai hari Asyura, tetapi juga turut disunnahkan agar berpuasa pada hari ke sembilan Muharam.
Rasulullah mengisyaratkan tentang kelebihan puasa ‘Asyura sebagaimana sabdanya, “Adapun puasa di hari Asyura, aku memohon kepada ALLAH agar ia dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (Hadis Riwayat Muslim)

Surat dari setan untukmu


(Surat ini akan membuat anda benar-benar berfikir)

(Sebenarnya surat ini hampir membuatku gila saat aku membacanya, tapi
aku harus forwardnya kerna catatan kecil dibawahnya)

SURAT DARI SETAN UNTUK MU

Aku melihatmu kemarin, saat engkau memulai aktiviti harianmu.

Kau bangun tanpa sujud mengerjakan subuhmu

Bahkan kemudian, kau juga tidak mengucapkan "Bismillah" sebelum memulai
santapanmu, juga tidak sempat mengerjakan shalat Isha sebelum berangkat
ketempat tidurmu

Kau benar2 orang yang bersyukur, Aku menyukainya

Aku tak dapat mengungkapkan betapa senangnya aku melihatmu tidak
merubah
cara hidupmu.

Hai Bodoh, Kamu millikku.

Ingat, kau dan aku sudah bertahun-tahun bersama,

dan aku masih belum bisa benar2 mencintaimu .

Malah aku masih membencimu, karena aku benci Allah.

Aku hanya menggunakanmu untuk membalas dendamku kepada Allah.

Dia sudah mencampakkan aku dari surga, dan aku akan tetap
memanfaatkanmu
sepanjang masa untuk mebalaskannya

Kau lihat, ALLAH MENYAYANGIMU dan dia masih memiliki rencana-rencana
untukmu
dihari depan.

Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku,

dan aku akan membuat kehidupanmu seperti neraka.

Sehingga kita bisa bersama dua kali dan ini akan menyakiti hati ALLAH

Aku benar-benar berterimakasih padamu, karena aku sudah menunjukkan
kepada
NYA siapa yang menjadi pengatur dalam hidupmu dalam masa2 yang kita
jalani

Kita nonton film 'porno' bersama, memaki orang, mencuri, berbohong,
munafik,
makan sekenyang-kenyangya, bergosip, manghakimi orang, menghujam orang
dari
belakang, tidak hormat pada orang tua ,

Tidak menghargai Masjid, berperilaku buruk.

TENTUNYA kau tak ingin meninggalkan ini begitu saja.

Ayuhlah, Hai Bodoh, kita terbakar bersama, selamanya.

Aku masih memiliki rencana2 hangat untuk kita.

Ini hanya merupakansurat penghargaanku untuk mu.

Aku ingin mengucapkan 'TERIMAKASIH' kerana sudah mengizinkanku
memanfaatkan hampir semua masa hidupmu.

Kamu memang sangat mudah dibodohi, aku menertawakanmu.

Saat kau tergoda berbuat dosa kamu menghadiahkan tawa.

Dosa sudah mulai mewarnai hidupmu.

Kamu sudah 20 tahun lebih tua, dan sekarang aku perlu darah muda.

Jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan orang-orang muda bagaimana
berbuat
dosa.

Yang perlu kau lakukan adalah merokok, mabuk-mabukan, berbohong,
berjudi,
bergosip, dan hiduplah se-egois mungkin.

Lakukan semua ini didepan anak-anak dan mereka akan menirunya.

Begitulah anak-anak .

Baiklah, aku persilakan kau bergerak sekarang.

Aku akan kembali beberapa detik lagi untuk menggoda mu lagi.

Jika kau cukup cerdas, kau akan lari sembunyi, dan bertaubat atas
dosa-dosamu.

Dan hidup untuk Allah dengan sisa umurmu yang tinggal sedikit.

Memperingati orang bukan tabiatku, tapi diusiamu sekarang dan tetap
melakukan dosa, sepertinya memang agak aneh.

Jangan salah sangka, aku masih tetap membencimu.

Hanya saja kau harus menjadi orng tolol yang lebih baik dimata ALLAH.

Catatan : Jika kau benar2 menyayangiku , kau tak akan memberi surat ini dengan sesiapapun
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...